Mengulas Reksadana Pasar Uang Syariah Dan Untung Ruginya

Beritaduit.com – Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang diinvestasikan pada efek bersifat utang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun. Secara umum ada dua reksa dana pasar uang, yaitu reksa dana pasar uang konvensional dan reksa dana pasar uang syariah.

Apa itu Reksa Dana Pasar Uang Islam (Islamic Money Market Reksa Dana)?

Reksa dana pasar uang syariah adalah reksa dana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah domestik. Atau surat berharga pendapatan tetap syariah yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun.

Reksa dana pasar uang syariah merupakan wadah yang menghimpun dana dari masyarakat, yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi (MI) pada instrumen pasar uang syariah seperti deposito atau sukuk syariah.

Dapat dikatakan bahwa reksa dana pasar uang syariah cocok untuk investasi jangka pendek atau untuk penempatan dana darurat dengan keuntungan menghasilkan keuntungan.

Untuk produk reksa dana pasar uang syariah, investor tidak akan dikenakan sanksi jika memilih untuk menarik dana investasinya sewaktu-waktu. Hal ini berbeda dengan deposito berjangka atau produk tabungan lainnya yang dikenakan denda jika dibayarkan sebelum jatuh tempo.

Reksa dana pasar uang syariah dapat menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan keamanan, kenyamanan dan kehalalan. Karena berinvestasi pada produk reksa dana syariah tidak selalu dikaitkan dengan keuntungan, tetapi juga dengan manfaat dan berkah.

Umat ​​Islam tidak perlu ragu untuk memilih produk ini karena Reksa Dana Syariah telah sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 20/DSN-MUI/IV/2001. Reksa dana syariah dijamin oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Karena risikonya paling rendah, maka imbal hasil atau keuntungan yang diberikan juga relatif lebih kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Namun, reksa dana pasar uang syariah lebih menguntungkan daripada menempatkan uang di tabungan atau deposito berjangka.

Selain itu, cara membeli reksa dana pasar uang syariah kini semakin mudah. Investor hanya perlu membuka rekening di sistem aplikasi Manajer Investasi/MI dengan persyaratan foto KTP, selfie dengan KTP, foto buku tabungan dan NPWP (jika ada).

Proses selanjutnya adalah pendaftaran online melalui smartphone, MI atau Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) akan memverifikasinya sebagai bagian dari proses Know Your Customer (KYC). Proses ini memakan waktu kurang dari satu hari dan dapat diselesaikan tanpa harus datang ke kantor Manajer Investasi/MI.

Proses jual beli reksa dana pasar uang syariah juga cukup fleksibel. Investor dapat menjual atau menebus reksa dana pasar uang syariah kapan saja, di mana saja, dalam jumlah berapa pun melalui sistem aplikasi Manajer Investasi/MI di smartphone.

Keuntungan investasi di reksadana syariah pasar uang

  • Reksadana syariah pasar uang cocok untuk jenis investasi yang membutuhkan jangka waktu singkat, kurang dari setahun.
  • Likuid atau bisa dicairkan sewaktu-waktu jika diperlukan.
  • Returnnya cenderung lebih tinggi (antara 5-8 persen per tahun) jika dibandingkan dengan deposito yang hanya sekitar 3-5 persen saja.
  • Tidak dikenakan pajak, berbeda dengan deposito yang dikenakan pajak sebesar 20 persen.
  • Terjangkau, masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan nominal Rp 10.000 sampai dengan Rp 100.000.
  • Mudah dan efisien secara waktu dan tenaga, sebab pengelolaan diserahkan pada MI sehingga investor tidak perlu melakukan analisis mendalam.
  • Transparan, dimana perkembangan NAB dan data kepemilikan mudah dimonitor setiap saat.
  • Reksadana pasar uang syariah merupakan tempat investasi yang lebih aman dibandingkan investasi saham yang fluktuatif.
  • Ketenangan hati karena tidak bertentangan prinsip syariah.
  • Diawasi oleh OJK

Risiko 

  • Return reksadana tidak pasti seperti deposito, sehingga ada kemungkinan untung dan rugi. Namun risikonya cenderung minim, berbeda halnya dengan reksa dana saham yang memiliki risiko lebih tinggi.
  • Return seringkali lebih rendah dari reksadana lainnya
  • Tidak ada perlindungan dari pemerintah, jika reksa dana yang dipilih kinerjanya sedang turun maka nasabah harus menanggung kerugian tersebut. Berbeda halnya dengan tabungan dan deposito yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Proses pencairan tidak langsung di hari H, sehingga tidak bisa diandalkan untuk kebutuhan yang sangat mendesak. Pencairan reksa dana ke rekening perlu waktu sekitar 2-7 hari kerja.
  • Pilih Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan berizin di OJK.
  • Daftar sebagai investor dengan mengisi formulir dan mengikuti alur pendaftaran. Siapkan e-KTP, foto dengan e-KTP, dan NPWP (opsional)
  • Pastikan kamu mengaktifkan ‘Preferensi Syariah’ atau memilih produk Reksa Dana Syariah Pasar Uang.
  • Pilih Manajer Investasi yang tepat, lakukanlah analisis terlebih dahulu dengan cara mengecek izin usaha, pengalaman kerja, track record, dan kinerjanya.
  • Pilih ‘beli/buy’ pada reksa dana yang diinginkan, lalu transfer uang sejumlah nominal yang akan diinvestasikan melalui rekening atau dompet digital.

Pembelian reksadana syariah pasar uang bisa di APERD yaitu bank konvensional maupun syariah, sekuritas, Manajer Investasi (MI), supermarket reksa dana (xdana syariah, bibit, bareksa, tanam duit, dan lainnya), dan e-commerce (Bukalapak, Tokopedia, Invisee, dan lainnya).

Cara memantau kinerja reksadana syariah pasar uang

Setelah membeli reksadana syariah pasar uang, Anda harus memantau kinerjanya melalui cara-cara berikut ini:

  1. Pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang menunjukkan naik/turunnya jumlah asset dalam portofolio reksa dana. NAB dapat dilihat melalui media cetak, elektronik, atau aplikasi yang dikembangkan oleh MI dan dapat didownload pada smartphone.
  2. Laporan Pembelian dan Penjualan yang diterbitkan oleh Bank Kustodian berupa rincian transaksi sebagai bukti transaksi. Laporan akan diterbitkan dalam waktu 7 hari bursa sejak tanggal transaksi.
  3. Laporan Bulanan yaitu menjelaskan rincian dan nilai investasi yang dimiliki oleh investor pada posisi akhir bulan. Laporan bulanan diterbitkan oleh Bank Kustodian dalam waktu 7 hari bursa sejak akhir bulan.
  4. Fund Fact Sheet, yaitu laporan berupa 1 halaman atas produk reksa dana yang diterbitkan oleh perusahaan MI (disampaikan melalui e-mail atau surat) dengan informasi mencakup:
  • Informasi mengenai Manajer Investasi/MI;
  • Tujuan investasi reksa dana;
  • Alokasi asset/batasan investasi;
  • Komposisi portofolio;
  • 5 atau 10 besar efek dalam portofolio;
  • Kinerja historis;
  • Ulasan oleh MI; dan
  • Disclaimer atau pernyataan peringatan.

Penutup

Demikian informasi seputar reksadana syariah pasar uang, keuntungan, risiko dan cara membelinya. Reksadana pasar uang syariah bisa menjadi pilihan bagi investor pemula yang memiliki modal terbatas dan tidak berani mengambil risiko tinggi.